Tak jarang, terbatasnya luas rumah type 33 justru menantang pemilik rumah
mendesain hunian mungilnya secara lebih kreatif. Hingga kini rumah bercorak modern minimalis masih digemari masyarakat.
Rumah seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang
menginginkan rumah yang simpel namun fungsinya bisa maksimal. Selain
itu, rumah modern minimalis juga menjadi solusi atas terbatasnya lahan, utamanya di kota-kota besar. Dengan corak rumah seperti ini, maka fungsi ruang bisa dimaksimalkan.
Namun
rumah berciri modern minimalis membutuhkan sentuhan dan penataan yang
berbeda, terutama dalam hal perencanaan dan penataan interior disain.
Ini penting agar kesan lapang masih tetap bisa dirasakan meskipun luas
ruangan terbatas.
Ada banyak cara
menyiasati desain rumah mungil, tapi setidaknya beberapa poin berikut ini
penting dijadikan pegangan untuk Anda.
Dimensi
Dimensi
atau ukuran adalah hal pertama yang terpikirkan saat menata rumah
mungil. Antara ukuran dan besaran furnitur harus disesuaikan dengan
ruang.
Selain harus proporsional, furnitur sebaiknya disesuaikan
dengan jumlah penghuni. Pemilihan furnitur tepat akan menciptakan ruang
lapang beserta sirkulasi udara yang baik.
Dalam memanfaatkan
ukuran, pertimbangkan secara optimal setiap jengkalnya. Jangan sampai
Anda membuat ruang dengan potensi menjadi sudut mati dan tempat tumpukan
barang.
Untuk menyiasati masalah seperti ini, buatlah furnitur
built in dengan ukuran pas dan sesuai dengan spot-spot dalam rumah.
Simpel
Tatanan
ruang paling tepat untuk rumah mungil adalah simpel, minimalis, minim
corak, dan dibalut warna terang. Pilihan ini akan memberi kesan lapang
pada hunian.
Pilihlah warna-warna terang seperti putih dan pastel
untuk bidang-bidang besar seperti lantai, dinding, plafon, serta
furnitur utama. Kombinasi banyak warna sebaiknya Anda hindari, tetapi
gunakan sedikit aksen untuk mempermanis ruangan.
Menghadirkan
dekorasi dinding dalam corak ramai, furnitur masif, serta penggunaan
warna gelap membawa kesan sesak pada ruangan. Menghadirkan tatanan
interior mewah dan elegan untuk rumah mungil bukanlah hal bijak, karena
hal itu justru akan memberi kesan ruangan semakin sumpek.
Tanpa sekat
Dalam
sebuah rumah mungil, ada baiknya Anda mengurangi aplikasi dinding atau
partisi masif sebagai pembatas dan pemisah ruang. Sebaiknya, rancanglah
layout ruang dengan pendekatan
open plan atau tanpa sekat. Cara ini akan menciptakan kesan ruangan lebih luas daripada ukuran sebenarnya.
Pemisahan
ruangan dengan konsep tanpa sekat bisa dilakukan dengan cara
menciptakan zona pada area berbeda. Konsep tanpa sekat ini bisa memberi
keleluasaan pada fungsi ruang serta menciptakan rasa ruang lebih luas
secara visual. Jika diperlukan, ruang tetap dapat diberi pembatas,
misalnya partisi kaca tembus pandang atau rak buku.
Manipulasi ruang
Dengan
menggunakan beberapa teknik pendekatan desain, Anda dapat memanipulasi
ruang di dalam rumah mungil menjadi lebih besar, lebih tinggi atau lebih
lebar. Caranya adalah memanfaatkan ruang luar sebagai bagian dari
interior ruang, atau memanfaatkan teras belakang rumah sebagai area
perluasan ruang makan atau ruang keluarga Anda.
Alternatif cara
lainnya adalah menggunakan kaca sebagai pembatas ruang yang menghadap ke
area luar. Hal ini akan menciptakan perluasan ruang secara visual.
Anda
juga dapat memanfaatkan bidang refleksi seperti cermin untuk
menghadirkan kesan ruangan lebih luas. Sekecil apapun bidang refleksi,
pantulan yang tercipta akan menambah volume ruang dalam tampilan visual.
Efisien dan fleksibel
Salah
satu keberhasilan merancang rumah mungil adalah dengan meningkatkan
efisiensi ruang. Caranya, pertimbangkan aspek fleksibilitas kala
merancang fungsi ruang. Terapkan konsep ruang bersama atau multifungsi
untuk memenuhi fleksibilitas ruang tersebut.
Penggunaan furnitur
sebaiknya didesain sesuai kebutuhan Anda serta harus diperlakukan
sebagai elemen penting dalam desain. Penggunaan konsep furnitur
multifungsi merupakan solusi cermat untuk menghemat tempat sekaligus
area penyimpanan. Tempat penyimpanan bisa terintegrasi dengan tempat
duduk, sofa, bed, bahkan tangga.
Cahaya

Faktor
cahaya, terutama cahaya matahari, merupakan elemen penting untuk rumah
berukuran mungil. Bukaan sekecil apapun akan besar pengaruhnya bagi
rumah mungil. Untuk itu, manfaatkan keberadaan jendela dan
skylight untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam ruangan secara maksimal.
Namun
demikian, Anda patut memperhatikan bentuk, jenis, serta ukuran jendela.
Bidang bukaan besar akan memberi rasa ruangan lebih luas dari kondisi
sebenarnya.
Selain matahari, penerangan buatan juga penting untuk
menciptakan penataan yang cermat. Dalam menciptakan pencahayaan buatan,
Anda harus menyesuaikannya secara efisiensi dan jenis lampunya.
Dekorasi
Bagaimana menyiasati dekorasi ruangan rumah mungil ? Seorang ahli
dekorasi ruang pernah memberi tips menarik. Katanya, memiliki rumah
mungil tidak harus membuat pemiliknya menghilangkan keinginan untuk
membeli furnitur, karena dianggap akan mempersempit rumah.
Ada beberapa cara untuk menyiasati rumah
mungil bisa tetap tampil gaya. Salah satunya dengan cara memaksimalkan
fungsi furnitur di dalam rumah. Artinya, Anda disarankan untuk memilih
furnitur yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. Untuk mengatasi
kendala ini, partisi adalah salah satu jawabannya. Partisi bisa berupa
lemari atau rak sebagai pembatas ruangan. Dalam hal ini partisi
mempunyai banyak fungsi selain sebagai penghalang pandangan dari ruang
tamu ke ruang makan.
Partisi bisa terbuat dari tripleks yang
diberi pelapis dipadukan dengan kaca motif impor berkombinasi warna
gelap dan cokelat muda. Ini sangat selaras dengan cat rumah yang
berwarna kuning gading. Di bagian lain, partisi akan berfungsi sebagai
lemari, rak televisi dan rak panjang.
Di bawah televisi, bagian dari partisi dapat digunakan sebagai lemari penyimpan koleksi compact disc.
Furnitur
Pilihan furnitur perlu dipilih yang berpengaruh kuat pada sentuhan estika yang memberikan kesan lapang, nyaman dan ergodinamik
- Pilihlah warna-warna yang terang dan jangan sekali-kali memilih warga
gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.
- Pilih Furnitur yang simple dan berkesan tidak padat, misalnya pilih
lampu gantung vertikal, furnitur yang berkaki tinggi, dll.
- Pilihlah furnitur yang memiliki tulang tipis dan memiliki desain simple yang senada dengan karakter rumah.
- Manfaatkan setiap detil ruangan seperti bawah tangga, lorong, kolong
tempat tidur maupun lemari. Sebaiknya pilih lemari dengan bukaan geser
agar tidak makan ruangan.
Jika suka akan tanaman, pilihlah tanaman yang simple dan isahakan yang memiliki batang yang tipis.
Pilihlah perabot rumah yang memiliki daya guna multifungsi dan sesuaikan dengan kebutuhan.
Letakkan perabot-perabot yang agak keras di sudut-sudut ruangan agar jarak pandang terlihat luas.
Enno Graha Artha